Friday, 28 April 2017

Kamulah Yang Terbaik Untuk Ku #4

                                            4.                 Perpustakaan yang Berkesan


Kamis pagi nan cerah, saat ke kampus Fahmi bertemu dengan Reno dan mengajak Reno untuk pergi bersama
 “bro, bingkisan apa yang kamu berikan ke Rena?”.
 “Kepo,  lu. Persegi panjang dan banyak kata-kata yang menyentuh, tebak aja?”
 “ooh aku tahu,pasti buku bacaan. Iya kan?”
 “hmmm,, eh bro tolong jaga Rena ya, jangan biarkan dia digangguin orang-orang yang tidak bermoral’’.
 “ ce ile,,bahasa lu. Ya wajarla kalau kamu berkata seperti itu secara kamu suka kan sama Rena? Tenang aja akan aku jagain kok”
 “kalau sekerang aku belum tahu, mungkin kedepannya aku bisa saja menyukainya. Kun Faya kun, jika Allah berkendak maka terjadilah.”
”ah terserahlah, kita sudah sampai . Aku langsung masuk ke kelas ya! jadwal kuliah jam pertama bereng dosen killer ni. Pulang  mau bareng nggak?
 “ ya sudah, buruan lo ke sana, nanti aku sms kabarin lu”.
Di hari yang sama Riska mengajak Rena  ke kantin untuk bertemu selepas perkuliahan. Kedua sahabat ini pun bercerita hal-hal yang menarik salah satunya tentang pertemuan mereka dengan kedua cowok yang ganteng dan manis,  yaitu Fahmi dan Reno.
Riska : “ eh Ren, aku lihat dari kaca mata ku, ternyata kak Fahmi bener-bener ganteng And cucok dech, pantesan aja dia terkenal banget di fakultas mu. Seandainya aku jadi pacarnya alangkah bahagianya diriku, pasti yang lain pada ngiri dech sama aku”(sambil membayangkan)’’, tapi kak Reno juga ok kok, rupanya yang manis dan karismatik trus matanya itu loh Ren, buat cewek-cewek klepek-klepek dech. Menurut kamu bagaiman?” tanya Riska
Rena : “emang kamu pake kaca mata apa?hehehe
Kalau dari fisik sich keduanya memang ok punya sih,(sambil menyeruput minuman). Tapi kalau kepribadian mereka  aku belum tahu,kelihatanya sich mereka anak yang baik.”
Riska: “Dari keduanya kamu milih mana Fahmi atau Reno?
Rena: “tahu ach”
Riska : “ ya sudah Fahmi untuk ku dan Reno untuk mu. Eh kayaknya Kamu cocok thu sama Reno. Nama saja mirip Reno Rena.”(sambil tersenyum)
Rena: “apaan sih? Nggak lucu dech. (tersenyum tersipu malu)
“ kamu setelah ini mau kemana? Temenin aku ke perpus yuck?”
Riska: “ aku masih ada kuliah ni, jadi belum bisa temenin kamu. Maaf ya? Semoga kamu menemukan jodohmu disana ya!
Rena : “iiih mulai dech, aku aamiin kan saja. Ya sudah dech aku pergi dulu”.

***
Keheningan slalu diraskana bila memasuki ruangan yang satu ini, Perpustakaan lebih tepatnya. Rena pun mulai mencari buku referensinya sebagai  bahan Proposalnya. Ternyata tanpa Rena sadari Reno memperhatikan dirinya saat mulai memasuki Ruang Perpus. Setelah menemukan apa yang ia cari Rena pun menempati tempat duduk yang tidak jauh dari tempat duduk Reno dengan raut wajah yang serius membuka lembaran demi lembaran.
(menepuk bahu rena sembari menegur) “hey jangan tegang donk, santai sajalah!”.
Suara Reno yang lembut mengaketkan Rena Yang sedang serius
“eh kamu Reno, ngagetin aja”. Sambil tersenyum manis kearah Reno
“boleh aku duduk disebelah kamu Ren?.” Pinta Reno
“silahkan, nggak ada yang larang kok.”
“terima kasih, serius amat nyari apaan sich?, kelihatannya dari tadi belum ketemu juga jawabannya, mau aku bantuin.”
“ ya kalau kamu bisa bantu ya boleh, iya nich aku lagi nyari bahan  buat tugas proposalku Tentang Event Planning, bingung nich mau buat event apa”. Terang Rena
Reno pun memberikan masukkan- masukkan dan gambaran- gambaran tentang sebuah Event yang menarik diselingi canda gurau  keduanya dan Rena pun merasa sangat terbantu dengan masukkan yang di sampaikan Reno tersebut dan Proposalnya pun dapat ia teruskan dengan bahasa yang lebih baik lagi.
(menghela nafas) “huhck akhirnya kamu bisa menyelesaikan juga proposal mu itu, sampai di rumah jangan lupa istirahat dan lanjutkan bagian-bagian yang berlum terselesaikan ini”. Ungkap Reno
“iya, untung ada kamu, kalau tidak aku nggak tahu dech kapan proposal ini dapat ku selesaikan. Makasih yach”. Ungkap Rena
“iya sama-sama Ren, kita sesama manusiakan harus saling tolong menolong, benar nggak?” tanya Reno
“ iya sich, eh kenapa kamu nggak ambil Fakultas Ekonomi saja padahal dari penjelasan kamu tadi sepertinya kamu menguasai banget soal materi itu?’. Tanya Rena
“oww itu karena aku dan teman-teman sering mengadakan event kecil-kecilan lah ,dari situ ku belajar dengan membaca dari buku tentang event- event. Kalau soal Hukum emang dari kecil pengennya jadi pengacara”. Jawab Reno
“ Pengangguran banyak acara gitu maksudnya, hehehehe”. Sindir Rena
“bicaranya jangan gitu donk,,,”melas Reno. “Btw kamu sudah buka bingkisan dari aku belum?” tanya Reno
“ oow iya, soal itu makasih ya! Aku suka dengan pemberianmu itu, dan itu novel yang sedang aku cari lho, sekali lagi makasih ya.”(tersenyum manis)

Pembicaraan muda-mudi ini pun harus terpotong oleh teguran  petugas Perpustakaan yang akan menutup ruangan tersebut dan tanpa mereka sadari hanya tertinggal mereka berdua mahasiswa yang masih betah berlama-lama di perpustakaan.
“pulang bareng yuck Ren?” Tanya Reno.
 “maaf, aku tadi sudah diajak pulang bareng sama kak Fahmi, lain waktu saja ya.” Ungkap Rena
“baiklah, kalau gitu sampaikan pesanku ke Fahmi bilang aku menunggunya sebentar sore di rumah”.(sambil tersenyum)
Walau tak dapat pulang bereng Rena, ia  tak  berkecil hati, baginya saat berada di perpustakaan  bersama Rena dan dapat duduk bareng dan bercengkarama bersama sudah membuat harinya saat itu menjadi lebih berwarna dan berkesan. Hatinya lebih bergembira, bunga-bunga pun mulai tumbuh dalam hatinya, pintu hati yang tadinya terkunci rapat mulai perlahan terbuka.

***
  Sore harinya Fahmi berkunjung ke Rumah Reno. mereka berdua duduk di teras  sambil di temani semangkuk  cemilan kue kering buatan mama Reno. Topik pembicaraan mereka saat itu tak lain dan tak bukan tetang  si manis Rena yang menjadi pembicaraan hangat dia antara kedua  anak  adam yang rupawan ini.  
“Bro, sampai  saat ini dia belum juga memberikan no. Hp nya”. (ungkap Reno sedikit sedih)
(menepuk bahu Reno) ”tenang  saja bro, nanti juga kamu bakalan tahu kok.”jawab Fahmi menyemangati
” menurut kamu Rena itu orang yang gimana?”(menatap lagit)
 “dia cewek yang baik hati,murah senyum, pintar dan berprinsip sih.”
Percakapan kedua anak adam ini terus berlanjut hingga memasuki waktu magrib dan keduanya pun lalu melaksanakan sholat magrib bersama di Musholah dekat rumah mereka.

***
Pukul 20.00 Hp Reno Berbunyi tanda  pesan  masuk dan Reno pun bergegas  meraih Hpnya  yang Ia letakkan di atas meja belajarnya, dan membuka pesan dari  yang tak ia kenal
“ Reno ini gue bisma, di save yo nomor baru gue”
Tertanya sms itu bukan dari  orang  yang  ia tunggu, lalu berdering lagi Hpnya, tanda pesan masuk dari nomor  yang ya tak ia kenal lagi
“Malam Bro, Lagi apa? Besok jangan lupa bawa Buku Hukum Perdata Gue yang loe pinjam 2 hari yang lalu.#Brian
Dan sekali lagi Hpnya berbunyi tanda pesan masuk, dalam hatinya ia bedoa “ Ya, Tuhan Semoga ini Pesan dari orang yang hambamu harapkan. Aamin”
Tampak dari layar Hpnya  nomor yang  ia tidak ketahuai, dengan perasaan yang  tak karuan ia membuka pesan itu .

“Assalamualaikum, apa kabar? Sekali lagi terimakasih dan aku sangat senang atas itu.@Rena
Terang saja pesan itu dari orang yang sedari lama ia tunggu-tunggu kehadirannya walau hanya di layar HandPhone.

Reno pun dengan segera membalas pesan singkat itu.

“Walaikumsalam. Alhamdulillah i’m fine! Sepertinya ku telah menerima banyak kata terima kasih dari mu.
Rena pun membalas balik
“Alhamdulillah, itu karena kamu telah mencoba menerka apa yang ku mau, berusaha untuk membuat ku senang dan juga mencoba membantu ku dalam menyelesaikan Tugas yang Membuatku pusing.”

chatingan keduanya terus berlanjut,hingga Rena tak kuasa menahan rasa kantuk yang menyerangnya pukul. 22.00 dan mengakhiri dengan sebuah pesan.

“sekarang rasa kantuk telah menyerangku,aku mau beristirahat dulu,  semoga mimpi mu indah dan sampai bertemu lagi”
(Hp Reno Berbunyi)

“beristirahatlah,ku berharap semoga besok kita dapat bertemu lagi, don’t forget praying to sleep and have nice dream. Wassalam” (bls Reno)

Membaca pesan terakhir dari Reno, seketika Rena tersenyum manis menatap layar HandPhone  nya dengan perasaan senang. Membuat malam hari itu terasa beda dari malam-malam biasanya dan sempat membuat Rena bingung dengan perasaannya malam hari itu, namun ia tak terlalu memperdulikan dan berlalu untuk tidur.


Wednesday, 26 April 2017

Kamulah Yang Terbaik Untuk Ku #3

3.           Resto Blue

Hari dimana Riska dan Reno janjian pun tiba. Mereka pun bersiap untuk bertemu dan tak lupa Reno mengajak sahabatnya Fahmi untuk menemaninya karena takut dikroyok ke-2 cewek itu. Tibalah Rena dan Riska di tempat Pertemuan resto Blue.

“wah ni tempat keren banget, anak muda bangetlah, apalagi nuansa biru dimana-mana terkesan damai plong.” Melihat-lihat dengan wajah yang sumringah n kekagum-kagum.
“ya jelaslah,namanya juga Resto Blue pasti identik dengan warna birulah, gimana sih lu?”
“Btw kamu tahu dari mana resto ini, perasaan ini pertama kalinya kan kita ke resto ini?” tanya Rena dengan wajah penasarannya
“ ada dech, mau tahu aja apa mau tahu banget?, aja banget banget.” Jawab Riska sedikit bercanda dengan memainkan tangan dan mimik wajah yang terkesan alay.
“ nanya serius malah dibawa bercanda lagi”. Ungkap Rena dengan nada sedikit kesal

 Sembari menunggu kedatangan Orang yang dimaksud Riska, Rena pun memesan minuman kesukaannya capuccino dan bercerita tentang smsnya dengan Fahmi. Disela-sela pembicaraan mereka, Riska melihat kedatangan Reno beserta temannya dan melambaikan tangan ke arah Reno. Karena sudah kebelet, Rena Mohon izin ke Riska untuk ke toilet sebentar.

Reno : “maaf aku terlambat, Renanya mana?” sambil duduk dan meletakkan sebuah bingkisan di atas meja”
Fahmi: “sepertinya nama itu pernah ku dengar”.  Sambungnya
Riska : “ oooh dia ke toilet sebentar”
 Tiba-tiba Rena pun muncul, dan kedua pemuda itu terperanga melihat keelokan rupa manis Rena.
 “Maaf semua, kalian sudah lama menunggu ya?”. Eh Kak Fahmi”.(sedikit kaget)
 “Hai Ren, kok bisa??”. (dengan ekspresi kaget dan bertanya-tanya)
 (Reno  mengarahkan pandangannya ke Fahmi) “kalian rupanya sudah saling kenal to, jadi dia cewek yang kamu ceritakan itu.” Perkenalkan namaku Reno anak Hukum Semester  5, cowok yang waktu itu menabrak mu. Sekalian aku mau minta maaf atas insident waktu itu. Maukah kamu menerima maafku ini?”. (memohon sambil bersalaman)

Rena & Reno pun bersalaman dan beradu pandang yang cukup lama.

“insident  yang mana ya?“tanya Rena Bingung
“itu loh Ren insident tabrak lari waktu registrasi itu, dan Reno ini orangnya” tambah Riska mengingatkan.
 “oh soal itu, sebenarnya  sejak kejadian itu, aku sudah memaafkan mu. O ya nama ku Rena anak Ekonomi dan Bisnis Semester 3”.
“aku lega dengernya, kirain kamu masih menaruh dendam padaku dan makasih sudah maafin aku”
“oh ya ini bingkisan buat mu sebagai bentuk permintaan maafku”. Pinta Reno Sambil menyodorkan bingkisan
“terima kasih, tapi apa ini?” sambil mengerutkan keningnya tampak penasaran.
 “Jangan dibuka sekarang!. Setiba di rumah, kamu akan mengetahuinya”. Pinta Reno
Seketika keadaan pun hening, kata orang si kalo tiba-tiba kayak gitu, ada setan yang lewat. Nghee emang bener ya? Nggak percaya thuch
Riska memecahkan keheningan saat itu
“Rena kamu tidak memperkenalkanku dengan seniormu itu ya?”
 “ jadi kalian belum kenalan? Kak Fahmi kenalkan ini sahabatku Riska. Mendengar ceritaku ia tertarik untuk bertemu dan berkenalan dengan kakak”.
Riska dan Fahmi pun saling berkenalan.
 “ih Rena, apa-apaan sih,berlebihan dech. Kenalkan kak aku Riska Anak Teknik Sipil Semester 3”.
“aku fahmi, ternyata kamu cantik juga yach,,(mengeluarkan gombalannya)

Muka Riska pun langsung memerah seperti tomat, dan senyuman kecil melingkar di pipinya yang merah merona.
Mereka berempat pun mengobrol seru dan ketika magrib datang pulanglah mereka dengan sahabat masing-masing. Dalam perjalanan pulang ke rumah Rena, Riska penasaran banget  sama bingkisan  yang didapat Rena. Riska memaksa Rena untuk membuka segera bingkisan itu namun Rena menolak membukanya dan ingin membukanya bila sudah sampai dirumahnya nanti.

“sepertinya Reno tulus ingin meminta maaf kepadamu, dan nampaknya ia cowok yang baik.’’ Ungkap Riska
“uhmm, sepertinya begitu...” sambil menatap bingkisan yang baru didapatnya
Setibanya Rena dirumah, ia tidak sabar lagi untuk membuka bingkisan dari orang telah menabraknya itu, ia betanya-tanya dalam hati, bingkisan apakah itu? Perasaannya tak karuan. Dengan wajah yang penasaran ia pun lalu perlahan membuka binkisan itu dan betapa senangnya ia, ternyata bingkisan itu berisi novel Best  seller yang sedang ia cari. Rena sejenak berfikir “bagaimana ia tahu, kalau aku sedang mencari novel ini dan bagaimana ia tahu kalau aku suka baca novel?” Fikirannya pun langsung tertuju kepada Riska,(berkata lirih “ya, pasti Riska yang memberitahunya”.)
Ketika hendak membaca novel, secarik kertas pun jatuh. Rena pun mengambil dan mendapati pesan yang berbunyi:

“ aku tahu sikapku waktu itu salah, tapi itu karna ku terburu-buru untuk menemui seseorang. Ku harap kau mau memaafkanku. Ku sempat bingung untuk memeberi kamu hadiah apa, sebagai ungkapan maafku. Aku tak tahu kamu sukanya apa.  Yang terlintas di benak ku hanya Novel dan ini lah pemberianku untuk mu, semoga kamu menyukainya.”
Reno
085253111000”

(tersenyum kecil)”terima kasih,kamu tahu apa yang kusukai”. Lirih Rena.

* * *

Di waktu yang sama, Reno duduk termenung memegang Handphone  diteras rumahnya, sembari menunggu pesan dari di di lain tempat, Reno nampak  mondar mandir di kamarnya sambil memegang hanphone  dan bertanya dalam hati “apakah ia sudah membuka bingkisan itu? Kenapa ia belum mengirimkan pesan juga untuk ku?”.







Kamulah Yang Terbaik Untuk Ku #2

2.           Karena sebuah insident

Hari – hari di bangku perkuliahan pun di tempuh Rena dengan hati Riang, sembari menunggu  jadwal perkuliahan selanjutnya, Rena pun duduk sambil membaca novel yang menjadi kegemarannya di depan kelasnya  dan tiba-tiba terjadi kejadian di depanya , yang mengingatkan ia akan kejadian yang menimpa dirinya saat melakukan registrasi.

Mengarahkan pandangannya ke dua orang  yang  terlibat  insident “ maaf, aku nggak sengaja, mari aku bantu” sambil merapikan buku yang berserakan. “iya, kak. Tapi lain kali hati-hati  yach!” jawab si korban dan kemudian berlalu pergi. Tapi apa yang terjadi pada fahmi, pandangan yang tak sengaja ia lihat membuatnya  tertegun melihat  elok rupa manis Rena yang saat itu pun juga sedang menatap wajah  Fahmi yang Rupawan bak aktor . Fahmi menggelengkan kepalanya, guna membuyarkan pandangannya itu dan memulai percakapan dengan Rena.

 “maaf atas kejadian  yang barusan, kamu pasti  sudah tahu tentang diriku, tapi  aku belum tahu siapa dirimu,kenalkan  namaku  Fahmi”menyodorkan tangannya .

 “ sebenarnya kejadian ini mengingatkan ku akan kejadian yang pernah menimpaku dulu, untuk itu aku maafin kok lagian itu juga tak disengaja. Siapa sich yang  tak kenal kakak yang terkenal  Rupawan, dan playboy namun pintar juga sich. Namaku Rena anak  semester  3” membalas salaman.

sambil  menggaruk kepalanya  “hehehehehe,,begitu ya playboy tapi baik”. Meberikan secarik kertas “ Ini no. Hp aku nanti jangan lupa sms no. Hp kamu ya!. Sepertinya dosen kamu sudah datang tuch, kelas kamu disini kan?”(menunjuk kearah kelas rena)
 “iya, semoga saja aku nggak lupa. Kalo gitu aku masuk kelas dulu”(sambil tersenyum)
Dikelas Rena mendapat ledekan dari temanya yang pada saat itu melihat kejadian itu. “cie,cie, yang baru kenalan. Suka ya?”  “apaan sich ngak lah, kagum doang” jawab Rena .
” sama aja, intinya suka” tambah temannya

***

Di situasi lain, Riska tanpa sengaja bertemu dengan Reno, orang  yang telah menabrak Rena saat melakukan registrasi.
Riska : “ehh kamu kan, orang yang waktu itu nabrak teman aku? Buaruan minta maaf”. sambil nunjuk kearah Reno
Reno : “ngga usa pake nunjuk juga enak kale, oow yang waktu itu? Kan aku sudah minta maaf sama temanmu dan juga kamu”.
Riska :” permintaan maaf  mu belum resmi. Kamu belum bejabat tangan dengannya kan?”
Reno : “iya sich, eh tapi kenalkan namaku Reno anak Hukum semseter 5. Aku boleh bertemu dengan temanmu, kenalan dan meminta maaf secara resmi dengannya?”.
Riska : “ aku Riska anak Teknik Sipil semeseter 3. Boleh, kapan dan dimana nanti kita bertemu?
Reno: “ besok sore jam 5 di Resto Blue,bagaimana?
Riska: “ ok, kalo gitu aku ke kelas dulu. Sampai bertemu besok sore.
Di lain kesempatan mereka muda-mudi yang saling berkenalan itu pun lalu menceritakan kejadian itu ke sahabat mereka masing-masing. Mereka semua tertarik untuk bertemu dengan orang yang mereka ceritakan itu.

Saat hendak mengambil tugas dari tasnya, Rena melihat secarik Ketas berisi No. Hp beserta nama pemiliknya. Lansung teringatlah Rena akan kejadian tadi pagi di depan kelasnya. Meraih Hpnya dan mengirimkan sebuah pesan ke Nomor tersebut
“Assalamualaikum, selamat malam kak. Ini no. Hp Rena”
Bib..bib..bib..tanda pesan masuk
“walaikumsalam Ren, kak kira kamu sudah buang ke tong sampah kertas yang kak berikan itu”. Balas Fahmi
Nada pesan masuk
“Nggak lah kak”.balas Rena

Mereka pun saling membalas sms dan seolah-olah telah berteman cukup lama.



kAMULAH yANG tERBAIK uNTUK kU

1.           Pandangan pertama

  
Berawal dari  hubungan  pertemanan dua sahabat sedari SMA,  waktu itu Rena  dan sahabatnya   Riska berencana untuk melanjutnya  studi bersama  dan  keduanya mendaftarkan diri untuk masuk ke universitas tervaforit  bersama di kota mereka , namun dalam urusan  masa depan mereka mengambil  jalan masing- masing.  Rena mengambil  Falkultas  Ekonomi  dan Bisnis sedangkan  Riska mengambil  Teknik Sipil .   Keduanya pun akhirnya diterima  di universitas tersebut, betapa senangnya kedua sahabat itu saat mengetahui  mereka  dapat menimba ilmu di universitas tersebut dan meraih impian. 



Akhir semester 1 pun berlalu, dan semua mahasiswa di wajibkan untuk melakukan registrasi ulang untuk melanjutkan ke semester berikutnya. Seperti biasanya kedua sahabat ini selalu bersama baik saat pergi dan pulang kampus bersama,  bercengkrama, berkumpul bersama. Saat melakukan register pun bersama, sembari menuggu antrian kedua sahabat ini berdiri dan bercerita hal-hal yang menarik bagi mereka, terutama soal cowok yang pastinya yang menarik di mata mereka berdualah,,,,,:D dan awal kisah cinta pun terjadi.  Saat   sedang asyik-asyiknya mereka mengobrol tiba-tiba...........
.”gubrak”
“aww sakit’’ rintih Rena sambil memegang bahunya yang kesakitan.
Cowok  yang menabrak  itu lalu membalikkan badannya untuk melihat keadaan Rena, ia  terdiam sejenak saat melihat Rena,  jantungnya berdegup kencang seakan aliran darah mengalir lebih cepat dari biasanya. Sambil tersenyum dan lirih memohon maaf , kemudian berlalu pergi.
“hey,,,hati-hati dong kalo jalan” teriak Riska.
Dari kejauhan cowok itu membalas
“ Maaf, aku buru-buru” 
“ sudahlah..Riska, nggak apa-apa. Lagian dia juga sudah meminta maaf” timpa Rena.
 “Bila bertemu lagi, aku akan suruh dia minta maaf ke kamu Ren secara resmi” jawab Riska dengan nada sedikit marah.

Sejak kejadian itu, Reno cowok yang telah menabrak Rena saat melaukuan Registrasi, terheran dengan perasaannya dan wajah Rena yang slalu muncul dibenaknya. Ini pertama kalinya meraskan hal demikian kepada seorang cewek pada pandangan pertama.  Ia pun lalu mencurahkan perasaannya ke sahabatnya Fahmi yang sedang mengerjakan tugas Kampus di depan Bruno, laptop kesayangannya.
“ Bro, aku bingung ni !!,kamu kan lebih berpengalaman soal cinta dibanding aku. Bantuin aku  dong bro!” pinta Reno.
“bingung soal apa ni? Cewek ya?”tanya Fahmi.

Maka berceritalah Reno tentang kejadian saat itu dengan  keanehan yang terjadi pada dirinya kepada fahmi.  “Dia jodohmu”jawab Fahmi santai . “ aah apaan sih lu, aku serius ni?”, Fahmi berhenti sejenak dan menatap sahabatnya itu  “mungkin saja ia itu jodohmu, kamu belum pernah seperti ini sebelumnya ketika bertemu dengan kaum hawa kan?” tanya Fahmi. “Iya sih”jawab Reno lirih, “nah tunggu apa lagi,buruan cari tahu dia, minta kenalan dan minta nomor Hpnya, trus jalan bareng dech, beres kan!!”. Saran Fahmi.
****

Kamulah Yang Terbaik Untuk Ku #4

                                            4.                   Perpustakaan yang Berkesan Kamis pagi nan cerah, saat ke kampus ...