Sunday, 12 November 2017

Kamulah Yang Terbaik Untuk Ku #5

5.                 Dirimu mengalihkan Duniaku


Minggu pagi yang Cerah ceria. Tetesan embun membasahi dedaunan, kicauan merdu burung-burung kecil saling bersahutan silih berganti, pancaran sinar mentari semakin memperindah pagi hari itu.
            Rena yang dengan kebiasaannya diakhir minggu mencuci pakaian, sambil bersenandung ria menikmati kegiatannya saat itu,  tiba-tiba Riska dating menemuinya  dan mengakagetkan nya dengan suara yang kencang.
“woiii Ren”. (teriak Riska)
“ kayaknya lagi senang nich?”
Rena terperanjat kaget, “ya Ampun,Ris. Kalo nongol tu Assalamualaikum napa? Bikin kaget saja”
“ya maaf, aku kan mau kasih kejutan sama kamu Ren”
“kejutan si kejutan, tapi jangan kayak gini juga keless, kalo tadi aku jatuh pingsan gimana?”
“pingsan? Nggak mungkinlah!!” Riska menaikan alis kirinya
Sambil melanjutkan cuciannya
“Tumben pagi-pagi gini sudah nongol, ada apa nich?”
“Kamu thu yang ada apa, bersenandung gitu lagi seneng ya, siapa orangnya, Reno atau Fahmi nich?”
“ye... yang nanya deluan siapa?malah balik nanya lagi”.
(dengan ekspresi yang sumringah) “sok tahu dech, bukan keduanya kok, kamu tahu nggak kalo aku baru dapat  Handphone yang aku idam-idamkan dari ayah ku”
“Beneran Ren? Wah  asyik thu Handphone Samsung Galaxy S7 ya?
“Yupz, keren kan? Eh btw kamu mau ngapain kesini?
“aku mau ngajak kamu jalan nich, mau yach. Please!!!! (dengan gaya memelasnya)
“hmmmm, mau kemana kita?”
“itu rahasia nanti juga kamu bakalan tahu kok”.
“baik lah, ni juga sudah mau selesai cucianya”

Cuci mencuci pun selesai, dan Rena pun bersiap untuk pergi bersama Riska yang sedari tadi menunggunya.

Pukul 10.00, dengan mengendarai motor matic milk Riska, kedua sahabat  ini menyelusuri jalanan yang kebetulan pada saat itu sedang sepi. Otak Riska yang kadang sedikit gila, melihat keadaan seperti itu muncullah  ide gilanya, ia memanfaatkan moment ini dengan berlagak bak seorang pembalap.
“Ren peganggan yang kuat yach! dan bersiaplah untuk teriak, let’s go......“
Riska melajukan kendaraanya dengan manaikan gas motor tersebut hingga spidometer menunjukkan angka 80 km/jam. Rena yang tepat di belakangnya tak kuasa menahan rasa takut akibat tingkah sok sahabatnya ini.
“ woi Riska, gila kamu. Kalau mau mati jangan ajak-ajak dong!”
“cepat turunin gasnya”(sambil memukuli bahu temannya)
“tenang Ren, aman kok”
“gimana aku bisa tenang kalau kamu ngebut kaya gini” (dengan nada tinggi dan sedikit khawatir)

Riska tak menghiraukan perkataan Rena dan terus melaju dengan cepatnya.
“kita ngebut, biar cepat sampai tahu Ren”(sedikit membesarkan suaranya)
Karena merasa perkataannya tak di hiraukan, sepanjang jalan mulut Rena komat-kamit berdoa memohon perlindungan dari Allah SWT. Melihat ekspresi Rena yang ketakutan dan mulutnya yang terus komat-kamit dari kaca spion. Riska merasa lucu dengan ekspersi yang disajikan sahabatnya itu,dan perlahan menurunkan gas motornya ke angka yang normal dan semestinya lalu menepilah mereka di bawah pohon Rindang.

“wuahahaha, lucu kamu Ren” Riska tak kuasa menahan tawanya hingga air mata keluar dari kedua bola matanya yang bulat
“terus aja kamu ketawain aku, puas  kamu ngerjain aku, jantung aku serasa mau copot  tahu, awas kamu”.(dengan ekspresi yang sedikit marah )
Riska membalikan badanya memastikan keadaan sahabtnya itu
“hahaha, ya maaf, tapi seru kan? Memacu adrenaline sidikitlah,hehehe”
“seru nenek moyang mu,ketawa aja terus”
“iya dong ketawa kan, obat anti tua, hahahaha….( Ledek Riska)
“capek ngomong sama kamu, sudah mau sampai belum ni?”
“sedikit lagi sampai kok, yuk lanjut”
“ingat,kamu jangan ngebut lagi”
“siip dach”

Akhirnya mereka sampai juga di sebuah tempat latihan dan bermain Footshal

“Inikan kan tempat footsall, ngapain kamu ajak aku kesini?” tanya Rena.
“aku mau pinjam buku punya temanku, ada tugas kampus nich, dari pada aku ambil di rumahnya yang lebih jauh  dari tempat ini ya aku samperin dia aja di tempat maennya, sekalian cuci matalah sapa tau ada yang kecantol sama kita iya nggak?,hehehe”
“hmmm itu sich emang maunya kamu”
“yang mana temanmu Ris? jangan-jangan dia nggak datang lagi”
“datang lah, dia sendiri yang bilang ajak ketemuan disini, tapi dari tadi kok nggak kelihatan sich”
Riska memefokuskan kedua matanya mencari keberadaan temannya itu, kebetulan tempat itu cukup besar dan bisa menampung 3 lapangan  footsall sekaligus. Sambil berjalan dan terus mencari keberadaan temannya itu, tiba-tiba tanpa diduga mereka bertemu dengan orang yang belakangan ini dekat dengan mereka terutama Rena, siapa lagi kalau bukan Fahmi, ya Fahmi cowok yang sudah ngebuat Riska jadi kesemsem kalau melihatnya.
“hey, kok kalian bisa ada disini sich? Lagi nungguin pacar ya?? mana pacarnya?? kenalin donk !!”. Tanya Fahmi yang penasaran dan sedikit antusias
Belum sempat mereka menjawab tiba-tiba dari kejauhan terdengan teriakan memanggil sebuah nama
“Riska....”
Ketiganya langsung mengarahkan pandangan kearah orang itu. Ya orang yang teriak itu adalah orang yang sedang mereka cari
“oooo...., Dito pacar kamu Riska? Ummm kalo secara fisik sich cocok, boleh boleh”. Tanya Fahmi sambil memperhatikan bentuk fisik Riska dan Dito.
Dengan gaya yang sedikit alay  dengan memainkan tangannya.

 “aduuuch kak fahmi, please dech dari tadi ngoceeeh terus. Kami kesini tuh mau ketemu Dito mau ngambil buku...

Belum selesai memberikan jawaban, omongan Riska dipotong sama Fahmi

“tuh pacar kamu datang bawain buku”. Sambil menunjuk menggunakan dagunya kearah Dito
“nich Ris bukunya, jangan sampai lecek ya!.” Pinta Dito sambil memberikan bukunya.
“kalian saling kenal ya mi?” tanya Dito
“iyalah satu kampus kok masa’ nggak kenal sich! Btw tolong kasih tahu pacarmu ya kalau ngomong tuh nggak usah terlalu banyak gaya.”
“pacar yang mana?sembarangan aja”.
“Riska pacar kamu kan?”
“dia tuh kadang kalau lagi kumat ya kayak gitu dech alaynya keluar. Kalau dia mau, mungkin dari dulu aku sudah pacarin dia. But dianya nggak mau. Iya kan Ris?”
“jelas saja aku nggak mau, kita kan sekelas. Menurut aku nggak enak lah kalau punya pacar yang sekelas sama kita. Sensasi kagen-kagenannya tuh kurang dapet, benar nggak Ren?” jawab Riska sambil memainkan tangannya.

“nggak tahu ah!”sambil menaikan bahunya

“bukannya enak bisa barengan terus”sambar Fahmi

Dari kejauhan teman-teman maen mereka sudah memanggil untuk melanjutkan permainan lagi.

“eh aku kesana dulu ya, n besok jangan lupa bawa bukunya juga!”,pinta Dito

“OK,  thanks my bro, my friends, slow lah”, jawab Riska sambil memukul pundak Dito

“Kita kesana dulu ya, bye Rena bye Riska sampe bertemu lagi. Yuk Dit!” pamit Fahmi sambil melambaikan tangan

“Yuk Ris, kita pulang” ajak Rena
“What apa Ren? Pulang? Sabarlah ! sudah jauh jauh kesini sebaiknya kita nikmati dulu hiburan yang ada”
“Hiburan pala lu peyang, nggak ah! Aku nggak suka nonton bola”
“ serius? Ya sudah kamu pilih mana, pulang bareng aku atau pulang sendiri?”
“kamu kok gitu sich sama aku Ris?”
“ya kamu jawab aja pertanyaan aku, lagian kalo kamu pulang sendiri angkot juga nggak ada yang lewat sini, so putuskan pilihan mu!”
Setelah memikirkan secara mendalam akhirnya Rena memutuskan untuk mengikuti Riska
“ iya dech, aku pilih pulang  bareng kamu, tapi sebentar saja ya nontonnya.”
“Iya..., gitu dong dari tadi, kita sudah ketinggalan permainan mereka tuch.” Sambil menarik tangan Rena menuju bangku penonton
Kedua sahabat ini pun lalu duduk bersama menikmati jalan permainan footshal. Riska begitu antuasias melihat permainan footsall para cowok-cowok itu apa lagi pandangannya tidak lepas dari sosok si fahmi yang kata orang 11: 12 dengan  aktor sekaligus penyanyi korea selatan yakni Yong-hwa (CNBLUE). Namun berbeda dengan Rena, ia nampak tak betah dengan keadaan saat itu. Ia ingin segera pulang namun apa daya ia tidak mau untuk pulang sendirian. Pandangannya hanya diarahkan pada  bangunan footsall, melihat  kekiri dan kekanan, keatas, sesekali memainkan kakinya dan sesekali memainkan game yang ada di HP baru miliknya  yakni HP samsung Galaxi S7. Tiba-tiba suara bisikan Riska membuyarkan keseriusan Rena saat bermaen Game.
“ Ren Ren, lu liat dech kak Fahmi keren ya?Dia terlihat keren banget kalo sedang maen bola!, iya nggak?
“eh Ren lu dengar nggak sih?” ungkap riska sambil terus memandang kearah Fahmi
“ummm”
“Yes, Goooal......”memeluk Rena dengan Penuh semangat.
Karena ulah temanya itu Rena pun akhirnya tertarik untuk melihat permainan footshal para cowok-cowok. Saat pandangannya diarahkan pada permainan, matanya langsung  tertuju pada salah satu sosok yang tak asing lagi banginya. Pandangannya terus diarahkan pada sosok yang satu ini jantung Rena seakan berdetak tak karuan, sosok yang satu ini telah mencuri perhatian Rena.
“perasaan apa ni, apa ada yang salah dengan ku? Dia sudah mengalihkan dunia ku! ( seakan backsound lagu Afgan ("kau mengalihkan duniaku) terngiang di telinnganya) .( bertanya dalam hati)
 “siapakah dia? Mungkinkah itu dia? Cowok itu?” Rena terus bertanya dalam hati.
“Mungkinkah itu RENO?, atau kembarannya?”
“agghh...” (berbicara dalam hati) sambil menggelengkan kepalanya.

Permainan pun berakhir dengan skor 2-1, kemenangan atas timnya Fahmi dan Dito. Dengan berakhirnya permainan, Rena dan Riska pun beranjak untuk pulang. Di waktu yang sama Fahmi dan Reno pun sedang bersiap untuk pulang dan mengemasi barang bawaan mereka masing-masing.
“Yuk bro!” ajak Fahmi
“lu deluan aja, aku mau ke toilet dulu”
“Ok bro, aku tunggu lu di depan”
“huumm”
Dalam perjalanannya keluar dari gedung Fahmi melihat dua sosok cewek yang dikenalinya.
“Rena Riska” teriak  Fahmi
Kedua sahabat ini pun menoleh kearah datangnya suara itu.
“Hey, kalian berdua dari tadi belum balik, lagi nungguin siapa? Dito ya?” tanya Fahmi
“Nggak” jawab Rena singkat
“lalu? Oww...aku tahu kalian pasti mau lihat permainan aku kan? Gimana permaianan aku, keren kan?”
“iya, permaianan kakak tadi tu keren bangettt, apa lagi saat  cetak goal!, iya kan Ren?” menyampaikan dengan senangnya.
“ummm”
Riska terus menyampaikan rasa kagumnya kepada fahmi. dari kejauhan datanglah sesosok cowok tinggi berkulit kuning langsat berambut cepak berjalan kearah kumpulan tiga orang ini sambil memainkan rambutnya yang cepak itu. Rena terus memandangi cowok yang berjalan kearahnya dengan wajah yang penasaran. Reno pun melihat bahwa Rena sedang memandanginya terus dan ia pun memberikan sebuah senyuman manis dan Rena pun membalas senyuman itu. Lagi Asyik-asyiknya berbincang pandangan Riska pun tak sengaja mengarah kepada Reno dan obrolan antara Riska dan Fahmi pun terhenti
“Ya Tuhan, tu cowok keren banget nggak kalah sama kak Fahmi, kak kenalin dong!”pinta Riska
Fahmi lalu membalikan badannya dan melihat orang yang dimaksud Riska
“ow dia” sambil tertawa kecil
“mungkinkah itu dia kak? Tanya Rena
“Hey Reno, ada yang pangling nich”
“hah lu Reno? Nggak percaya aku, kamu bukan Renokan?” tanya Riska Penasaran
“kenalin Aku Roni?” sambil memerikan tangannya tuk bersalaman dengan Riska
Rena dan Fahmi pun tersenyum dan tertawa kecil meliihat  tingkah Riska yang tak menyadari bahwa yang di hadapannya itu adalah Reno.
“ tuch kan dia bukan Reno! Kenalin aku Riska” balasa bersalaman.
“hahahaha, dasar dodol  kamu Risk, mau aja dikibulin sama Reno, coba kamu perhatiin baik-baik, dia ini Reno Anggara.” Ungkap Fahmi mempertegas
Riska pun lalu mendekatkan wajahnya ke Reno melihat-lihat lebih dekat sosok yang menjadi bahan pembicaraan saat ini. Melihat tingkah Riska yang seperti itu, Rena serasa terbakar api cemburu.
     “eh iya betul, kok aku baru nyadar sih! Ternyata setelah rambut kamu yang gondrong itu dipotong, kamu terlihat lebih bersinar dari sebelumnya, lebih ganteng bahkan dari kak fahmi n mata mu itu loh no, buat kaum hawa klepek-klepek melihatnya”ungkap rena penuh kagum

“eh jangan telalu memuji entar Renonya terbang nambrak tembok kita juga yang repot” ledek Fahmi
Riska dan Rena tertawa mendengar ledekan Fahmi terhadap Reno
 “yang bakal aku susahin tu lu bukannya mereka”tersenyum sinis ke arah Fahmi
“oooo. Jadi jadi ceritanya lu nggak terima ni bro?”tanya Fahmi
“Bukannya gitu Bro”
“eh udah donk, mending kita buruan pulang dech sekarang, Yuk Risk?
“kalian kalau mau marah-marahan silahkan, tapi kita pulang deluan. Bye?” Riska berpamitan
“eh eh kita pulangnya bareng aja, sapa juga yang marahan” sambil merangkul Reno “nich liat kita baik-baik saja, iya kan No?”
Sambil senyum Reno mengiyakan sikap sahabatnya tersebut.
“Gimana ni Ren kita balik bareng mereka atau kita balik deluan ni? “ tanya Riska
“Kita balik deluan aja dech Risk”
“Kok buru-buru sich kita antarin kalian pulang dech biar kita bisa tahu dimana kalian tinggal, tapi sebelum pulang kita cari makan dulu, gue laper ni cacing di dalam perut gue udah teriak- teriak minta makan. Hehehe” pinta Fahmi sambil memegang perutnya.
“ya kalau kalian mau, pergi bareng kita ada tu warung makan dekat sini. Aku yang traktir. Kebetulan aku juga lapar kalian berdua pasti demikian kan?” ungkap Reno
(sambil berbisik ke Rena) Riska berkata” Kapan lagi Ren di traktir sama Reno, mumpung dapet makanan gratis kita iyain aja”
“itu sih maunya kamu Risk” jawab Rena
Lalu Rena berbisik lagi kepada Riska “ Kalau kau mau ditraktir makan sama mereka ya silahkan!, aku nggak ikut, aku balik deluan ya naik ojek juga nggak apa-apa kok”.
Riska balik berbisik  kepada Rena “ kok gitu sih,, kenapa Ren? Ahh lu nggak asyik nih”
Lalu Rena menjawab sambil menunjukkan SMS dari Bokapnya “ ni baca!, jadi kamu ngertikan sekarang kenapa aku harus balik”
Riska lalu tersenym kepada Fahmi dan Reno dan berbisik lagi kepada Rena “ya udah deh aku, ikut balik sama lu”

Melihat tingkah Rena dan Riska yang Saling berbisik, Fahmi lalu berkata “ kalian lagi ngomongin kita ya? Ngaku aja deh, iya kan?”.
“ ehh nggak kok, itu anu emmm…” jawab Riska terbata-bata
“ kalian kenapa? Ada masalah ya? Atau kalian di suruh balik cepat sama orang tua kalian?” Tanya Reno
“Iya nih, kayaknya kami nggak bisa ikut makan deh sama kalian, udah disuruh balik sama bokap dari tadi. Sorry Banget ya… kak Fahmi, Reno. Lain waktu pasti kami usahain buat gabung”. Jawab Rena sambil mengangkat  kedua tangan (menyatukan telapak tangan )di depan dada sebagai bentuk permohonan maaf.
“iya kak maaf  ya, kayaknya kita harus balik sekarang deh” timpa Riska
“ oh gitu,, ya udah nggak apa-apa kok, lain waktu juga bisa, dari pada nanti kalian ikut sama kami terus pulanngya kalian di marahi sama orang tua kalian, kami nanti akan merasa nggak enakan sama kalian”. ungkap Reno
Sambil berjalan ke tempat parkiran motor
“ kalau gita kami antar kalian pulang ya!!. Ungkap Fahmi
“eh eh nggak usah Aku dan Riska balik sendiri aja,,aman kok. Lagian kaliankan sudah laper banget tuh,, kalau ngantarin kami lagi  tu cacing- cacing yang ada di perut kalian bakalan berontak minta segera diberi makan”. Jawab Rena sambil tertawa kecil
“Bisa aja kamu Ren, ya sudah kalian hati-hati ya di jalan”. Pinta Fahmi
(sambil menghidupkan mesin motornya)“ Iya kak, kami bakalan hati-hati kok tenang saja”. Jawab Riska
“ kalau gitu, kami balik deluan ya.Bye” Rena Pamit
“Assalamualaikum.” Salam Reno
“Walaikumsalam.” Jawab Rena dan Riska Kompak.

 Riska dan Rena pun pergi meninggalkan kedua pemuda tampan ini. Karena perrut  Fahmi sudah keroncongan, lalu Fahmi mengajak Reno ke rencana mereka sebelumnya yakni makan di Rumah Makan langganan dan meminta Reno tuk tetap mentraktirnya makan, Reno mengiyakan permintaan sohibnya itu dan pergilah mereka ke tempat tujuan mereka.


Cerita sebelumnya (#4)  --->> http://azzaqun.blogspot.co.id/2017/04/kamulah-yang-terbaik-untuk-ku_28.html 





No comments:

Post a Comment

Kamulah Yang Terbaik Untuk Ku #5

5.                  Dirimu mengalihkan Duniaku Minggu pagi yang Cerah ceria. Tetesan embun membasahi dedaunan, kicauan merdu burung-...