Friday, 4 July 2014

Suara anak negeri: PRESIDEN PILIHANKU

PRESIDEN   PILIHANKU

Kita semua tahu bahwa saat ini adalah musim kampanye capres dan cawapres 2014, dan akan segera berakhir 5 juli 2014, menjelang pencoblosan suhu politik saat ini kian memanas dan pemberitaan media massa semakin banyak mengenai kedua calon presiden kita ini Prabowo-Hatta dan Jokowi–JK dan masyarakat / rakyat Indonesia pun mulai menentukan capres dan cawapres mana yang akan dipilih.  Aku pun mulai menentukan sikap ku dan memilih salah satu capres dan cawapres  yang menurut analisisku memang pantas untuk  manjadi  RI 1 dan RI 2.
Sebelum memutuskan capres dan cawapres mana yang bakal aku pilih dan dukung,  ku menelaah / menilai terlebih dahulu  kedua sosok capres 2014.

Bpk. Joko Widodo (Jokowi)

Awal mengetahui sosok Bpk. Jokowi  saat pemberitaan  tentang  mobil  ESEMKA  yang dibuat oleh salah satu   SMK  di kota solo (lupa smk mana tu?) dan pada saat itu Jokowi menjabat sebagai Walikota  Solo, yang mana dirinya mendukung  mobil ESEMKA ini sebagai mobil nasional.  Sebagai  bentuk dukungan dengan bangganya beliau  membeli  & menggunakan mobil buatan anak  negeri ini sebagai mobil dinasnya. Melihat sikapnya itu aku salut dan memang seharusnya para pemimpin memberi contoh dengan lebih menghargai dan mencintai produk dalam negeri, karya dan kerja keras anak Bangsa yang tidak kalah dengan karya bangsa lain. Sejak pemberiataan tersebut popularitas Jokowi semakin meningkat dan diriku juga makin simpatik dengan sosoknya apalagi dirinya dicalonkan sebagai gubernur DKI yang mana dia bukan orang DKI tetapi berhasil mengabil hati orang-orang Jakarta. Setelah menjadi orang nomor 1 di tanah jakarta pemberitaan tidak henti-hentinya meberitakan tentang dirinya yang slalu terjun kemasyarakat alias Blusukan. Meninjau pasar, pemukiman terus meninjau kinerja bawahannya yang menurut aku bagus juga untuk mengetahui keluhan masyarakat dan memperbaiki birokrasi  di DKI.  

Setiap blusukkannya itu ataupun mengisi acara-acara di tv selalu memakai kemeja putih yang menunjukkan kesederhanaannya itu, melihat sosoknya yang sederhana dan merakyat dan tegas terhadap bawahannya. Namun seiring berjalannya waktu apalagi mengetahui  bahwa Bpk. Jokowi mencalonkan diri sebagai calon Presiden rasa simpatik kepada Bapak Jokowi semakin berkurang,kenapa? Menurutku bahwa seorang pemimpin harus memegang teguh janji yang telah dibuatnya dihadapan masyarakat selaku manusia dan dihadapan Tuhan  dan menepati amanah yang sudah diberikan, menuntaskan masa kerja selama 5 tahun yang seharusnya diemban beliau. Jika pun ingin melangkah menjadi RI 1 maka seharusnya beliau menuntaskan terlebih dahulu amanah yang diberikan masyarakat Jakarta mengabiskan masa kerja 5 tahun sehingga Bisa di lihat lebih jelas sepak terjang beliau selama memimpin jakarta selama 5 tahun itu dan mengikuti pilpres di Tahun 2019. Namun apa yang terjadi sekarang belum 3 tahun memimpin Jakarta, beliau sudah mengambil keputusan untuk memimpin RI dan mencalonkan diri menjadi presiden  yang nantinya akan memimpin  jumlah penduduk jauh jauh lebih banyak dari Kota jakarta, kita bisa melihat jakarta sekarang dari pemberiataan di Tv persoalan  macet dan banjir masih menjadi masalah bagi masyarakat jakarta yang hingga sekarang belum teratasi dengan baik. Pengalaman ku di kota jakarta selama 2 hari mampu membuatku stres dan kepenatan dapat terjadi dengan cepatnya, sekian lama tinggal di kota yang tingkat macetnya masih sangat rendah tiba-tiba berada di kota yang tingkat macetnya sangat tinggi seketika itu pula stres dan kepenatan melanda karena berjam-jam berada di tengah-tengah kemacetan kota, namun ada hikmah dibalik itu yakni macet dapat melatih kesabaran kita. Janji beliau untuk mengatasi macet di Ibu Kota masih belum teratasi dengan baik, pembangunan MRT juga masih tersendat dan sekarang beliau membuat janji lagi dengan penduduk Indonesia dari sabang sampai marauke. Pertanyaannya sekarang, apakah jika menjadi presiden RI beliau mampu menepati janji-janjinya itu? Sedangkan janji yang sudah beliau buat dengan masyarakat Jakarta belum mampu beliau tepati dan atasi misalnya soal macet dan banjir itu.

(Mohon maaf beribu-ribu maaf)  aku sempat berpikir bahwa menjadi RI 1  “mungkin” sudah di rencanakan ... ...... sebelum beliau menjabat sebagai Gubernur Jakarta, menjadi Gubernur Jakarta merupkan strategi untuk melangkah menjadi Presiden. Bila menjadi Gubernur Jakarta, beliau akan disoroti terus oleh media massa dan ini mebuat beliau dikenal dari sabang sampai marauke bila sudah dikenal maka akan mudah untuk melangkah menuju RI 1. #MohonMaaf
Kampanye saat ini sedang berlangsung dan akan segera berakhir, kita sama-sama melihat dan mendengar pemberitaan di TV tentang kampanye negatif dan kampanye hitam (kampanye terselubung), tentang capres dan cawapres, tentang inilah itulah yang berbau politik di Tanah air kita. Pemberitaan tentang Bpk. Jokowi yang berkampanye dengan menyindir atau menjatuhkan lawan membuatku sedikit kecewa dengan sikap beliau, tak sepantasnya seorang calon pemimpin menyindir atau menjatuhkan lawan seperti, seharus berkampanyelah yang santun dan memaparkan visi dan misi kepada pendukung tanpa harus menjatuhkan lawan atau menjelekan lawan itu menurutku yang paling benar. Betul tidak?

Baru-baru ini juga kita mendengar berita bahwa salah satu stasiun TV nasional (TV ONE) diserang pendukung Bpk. Jokowi-JK  yang merasa geram atas pemberitaannya yang mengarah pada PDIP menganai isu PKI (Partai Komunis Indonesia). PDIP selaku partai pengusung Jokowi-JK dan pendukungnya merasa di FITNAH atas pemberitaan tersebut. Menurutku jika pemberitaan itu tidak benar ya jangan bersikap anarkis, serahkan saja pada pihak yang berwajib atau mengklarifikasi tanpa harus mebuat keributan  justru dengan bersikap seperti itu menunjukan kebenaran atas pemberitaan tersebut, dan Bpk. Jokowi selaku pemimpin dari pendukungnya tak mampu mengontrol dan tak mampu memberikan arahan terhadap pendukungnya. Bagaiman Bpk. Jokowi memipin negeri ini kelak jika terpilih nanti ??? ini menjadi pertimbanganku  juga dalam memilih pemimpin dimasa depan.


Bpk. Prabowo Subianto

Awalnya mengetahui beliau dari pemberitaan di media massa di tahun 2009 itu sudah pasti menyangkut pilpres di tahun 2009 itu, walau pada tahun itu ku belum cukup umur untuk mengikuti pemilu dan beliau gagal menjadi wakil presiden mendampingi ibu Megawati yang pada saat itu mencalonkan diri menjadi presiden karena kalah suara dari Bpk. SBY dan Bpk. Budiyono. Lalu di tahun 2013 sosoknya kembali diperkenalkan dengan mengiklankan partainya sekaligus dirinya dan visi-misi yang ingin di capai yakni dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai macan asia yang pernah dicapai negara kita dulu  di era orde baru dengan memanfaatkan mendia elektronik baik TV dan media online terutama Facebook dan twitter. Efek dari strateginya tersebut Partai Bpk. Prabowo yakni Gerinda Berhasil menempati posisi ketiga dalam perolehan suara pada pemilu legislatif 2014 dan mengantarkannya menuju pencalonan presiden RI menurutku itu strategi yang bagus dan tidak dapat di pungkiri lagi peran media TV dan media sosial sangat berpengaruh dalam mengubah pemikiran dan mempengaruhi para penimat media tersebut.

Di musim  kampanye 2014 ini, sosok Bpk. Prabowo semakin dikenal masyarakat Indonesia tak terkecuali diriku. Ku melihat sosok Bpk. Prabowo adalah seorang yang tegas dan berjiwa kepemimpinan karena bisa dilihat bahwa beliau dulu adalah seorang prajurit RI yang sudah barang tentu memiliki sikap yang demikian.  Negara kita membutuhkan seseorang yang yang memang harus berjiwa pemimpin dan tegas, yang amanah, bijaksana, jujur, cerdas dan itu bisa di lihat dari sosok beliau.

Menyangkut kampanye, pemberitaan di TV Nasional  maupun media online mengenai kampanye Bpk. Prabowo ku melihat bahwa beliau di setiap kampanyenya  hanya berbicara tentang Visi dan Misinya saja tak ada pemberitaan tentang beliau yang menyindir atau menjatuhkan lawan, dan memang seharusnya seperti itu.

Dalam debat capres dan cawapres, sosok Bpk. Prabowo yang tidak malu mengakui pernyataan lawan debat yang memamg menurutnya benar sejalan dengan pemikiranya dan berbesar hati akan hal itu, dan dari visi –misi yang beliau sampaikan pada saat debat memang masuk akal juga, misalnya mensejahterakan rakyat dengan jalan memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki negeri Indonesia tercinta. 

Menyangkut kampanye negatif yang diarahkan kepadanya, misalnya isu pelanggaran HAM beliau juga menghimbau kepada pendukungnya untuk tidak mudah terpancing dengan isu negatif yang tidak benar kenbenarannya. Ini menunjukkan bahwa Bpk. Prabowo mampu memimpin dan mengarahkan pendukungnya.

Dari segi keuangan (Harta-kekayaan) Bpk. Prabowo yang mencapai triliunan Rupiah ini menunjukan bahwa beliau mampu dan sukses dalam menjalankan bisnis yang beliau miliki. 

Hal-hal yang ada pada beliau mampu membawa Indonesia menuju perubahan yang lebih Baik. Setelah mempertimbangkan  satu dengan yang lain akhirnya  ku menetapkan pilihan bahwa Bpk. Prabowo adalah Presidenku dan mendukung Prabowo-Hatta memimpin Indonesia untuk 5 tahun yang akan datang.


PRABOWO – HATTA
Indonesia Bangkit

No comments:

Post a Comment

Kamulah Yang Terbaik Untuk Ku #5

5.                  Dirimu mengalihkan Duniaku Minggu pagi yang Cerah ceria. Tetesan embun membasahi dedaunan, kicauan merdu burung-...