Langsung ke konten utama

Hasil Jahitan Dress Elegan Berdasarkan Permintaan Customer

Halo Assalamu'alaikum! Balik lagi ke cerita ku tentang salah satu hasil jahitan yang sudah selesai aku kerjakan. Dress ini dibuat berdasarkan permintaan seorang customer yang memberikan aku desain dasar serta bahan kain utama untuk diwujudkan menjadi pakaian impiannya.

Cerita di Balik Desain

Customerku datang dengan membawa kain bercorak cantik yang lembut berwarna ungu. Dia juga sudah punya gambaran desain yang ingin dibuat, yaitu dress dengan model pas body, ada detail drapery di bagian bawah, kancing hias di bagian depan, serta lengan berkaret yang memberi kesan feminin. Aku langsung merasa tertantang karena desain ini cukup detail, tapi aku yakin bisa menyelesaikannya dengan baik.

Proses Jahit yang Seru

Awalnya, aku sempat berpikir bagaimana memastikan dress ini tetap nyaman dipakai, terutama karena modelnya cukup pas body. Karena itu, aku memberikan sedikit kelonggaran di bagian pinggang agar dressnya tetap terlihat elegan, tapi tidak terlalu ketat. Drapery di bagian bawah juga aku buat sedemikian rupa agar memberikan efek ramping sekaligus mempercantik tampilan keseluruhan.

Karena kain yang digunakan sudah memiliki motif yang kaya, aku memilih untuk menjaga kesederhanaan di elemen lain agar tidak terlalu ramai. Kancing hias di bagian depan aku pilih sebagai aksen yang manis tanpa membuatnya terlihat berlebihan.

Hasil Akhir

Setelah beberapa jam menjahit dan memastikan setiap detail rapi, akhirnya dress ini selesai! Aku cukup puas dengan hasilnya. Dengan bahan dari customer yang sudah cantik, ditambah model yang sesuai dengan keinginannya, dress ini terlihat anggun dan cocok untuk acara semi-formal maupun formal.

Refleksi dan Harga Jasa

Sebagai seorang penjahit, aku merasa bangga bisa membantu customer mewujudkan pakaian impiannya. Untuk dress seperti ini, dengan tingkat kesulitan yang sedang dan bahan dari customer sendiri, biasanya jasa jahitan aku hargai di kisaran dibawah Rp. 300.000,-. Menurutku, harga ini cukup adil mengingat detail yang dikerjakan dan kualitas hasil akhirnya.

Bagaimana menurut kalian? Apakah dress ini terlihat bagus dan sesuai dengan bentuk tubuh pear shape? Berikan pendapat mu di kolom komentar!! 

Terima kasih sudah membaca cerita jahitku kali ini. Sampai jumpa di karya berikutnya! 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen "Cerita Cahaya: Bagaimana Hijab Mengubah Cara Alexa Melihat Dunia"

  Senja mulai turun di kota kecil itu. Cahaya duduk di sudut sebuah kafe dengan jendela besar yang menghadap ke jalan. Aroma kopi bercampur dengan harumnya teh hangat yang tersaji di depannya. Tak lama, pintu kafe terbuka, dan Alexa muncul dengan senyumnya yang khas. "Alexa?" Cahaya bangkit, sedikit terkejut melihat temannya dari masa lalu. "Ya ampun, Cahaya! Aku nggak menyangka kita akan bertemu lagi." Alexa memeluk Cahaya dengan hangat, lalu duduk di kursi di depannya. Mereka memulai percakapan tentang kehidupan masing-masing, membahas nostalgia, hingga akhirnya pembicaraan mereka masuk ke topik yang lebih dalam. “Cahaya,” Alexa memulai, sambil memegang cangkir tehnya, “aku selalu mengagumi caramu menjalani hidup. Kamu tampak begitu damai. Tapi aku penasaran, apa yang membuatmu memutuskan untuk berhijab?” Cahaya tersenyum, menatap langit senja di luar jendela. “Awalnya, aku juga banyak bertanya-tanya, Lex. Hijab dulu terasa seperti beban, seperti aturan yang men...

Setahun Lebih Mencari Kerja #TerusBerusaha

Assalamualaikum... Wah udah lama nggak ngeblog, jadi kangen ni hehehe... Umm sekarang aku mau sharing tentang usaha aku untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan/intansi pemerintah. Buat kalian yang masih bernasib sama kaya’ aku (masih mencari kerja )tetap semangat n terus berjuang ya...#jangan pernah putus asa. Awal mulai aku mencari kerja di pertengahan bulan Maret 2014, sebenarnya Tahun 2013 aku pernah coba-coba ikut Rekrutmen Staf Hotel Aston Kupang yang diadain di kampus alias almamaterku tercinta PNK namun GGL. Setelah   dinyatakan lulus sidang aku sudah boleh melamar pekerjaan namun ku urungkan niatku hingga menunggu ijazah keluar dan   setelah 3 bulan aku diwisuda barulah mencari kerja. Kok setelah 3 bulan itu baru cari kerja sih? Kan aku masih nunggu ijazah, kampus aku itu nggak sama dengan kampus yang lain pas diwisuda para wisudawan/watinya langsung dapat ijazah, kalo di kampus aku itu dua bulan setelah diwisuda baru dapet tuh   ijazah, nah sambil nu...

Cerpen : Bangga Budaya Kita

Suatu sore yang santai, Cahaya dan fahni sedang duduk di sebuah kafe kecil di sudut taman. Mereka baru saja selesai berolahraga ringan dan kini menikmati segelas teh hangat sambil mengobrol ringan. "Fahni, kamu pernah nggak sih denger soal makanan Indonesia yang sering diklaim negara lain?" tanya Cahaya sambil menyesap tehnya. Fahni sedikit mengernyitkan dahi. "Hmm, pernah. Misalnya rendang , ya? Itu kan sering banget dibilang makanan khas Malaysia . Padahal jelas-jelas itu asli Indonesia, kan?" Cahaya mengangguk, wajahnya serius tapi santai. "Iya, bener banget. Kayak rendang yang katanya makanan khas Malaysia, atau bahkan sambal yang sering diklaim milik negara sebelah. Kadang jadi pengen ketawa, deh." Fahni tertawa kecil. "Iya, kan? Tapi, sebenarnya kita bisa lihat itu dari sisi positif loh." Cahaya penasaran. "Sisi positif gimana tuh?" Fahni tersenyum. "Ya, kalau ada yang klaim budaya kita, itu justru jadi reminder buat kita...