Langsung ke konten utama

Terima Kasih Coach Shin, Jasamu Takkan Kami Lupakan

sumber foto : IG @shintaeyong777

Seperti lirik di lagu Januari -Glen Fredly, Berakhir di Januari....tepat Kemarin (6 Januari 2025), ketika dengar kabar Coach Shin Tae-yong dipecat PSSI, rasanya ada yang nyesek, kecewa dengan keputusan PSSI, sedih. Kayak kehilangan seseorang yang udah ngasih banyak harapan buat sepak bola Indonesia. Coach Shin bukan cuma pelatih biasa. Dia itu sosok yang bikin kita semua percaya kalau Timnas Garuda bisa bersaing di level dunia. 

Di bawah tangannya, permainan Timnas terasa beda. Lebih rapi, lebih berani, dan kita kayak punya identitas yang jelas di lapangan. Belum lagi kedekatannya sama para pemain yang bikin tim ini kelihatan solid banget. Ngeliat hubungan hangat antara pemain dan pelatih tuh bikin hati senang. Rasanya kayak nonton keluarga yang saling dukung di tengah tekanan.

       sumber foto : IG @shintaeyong777

Nggak bisa dipungkiri, Coach Shin juga yang bikin banyak orang semangat nungguin pertandingan Timnas. Bahkan yang nggak biasa nonton bola pun jadi penasaran kalau Timnas main. Stadion selalu penuh, layar kaca jadi rame, semua orang ikut ngarep Timnas menang.

sumber foto : IG @shintaeyong777

Tapi ya, ini kenyataan yang harus diterima. Mungkin sedih, kecewa, tapi siapa tahu ini awal dari sesuatu yang lebih baik. Kita tetap harus percaya kalau sepak bola Indonesia bakal terus berkembang. Meski tanpa Coach Shin, semoga semangat yang udah ditanamkan di hati para pemain tetap hidup.

Terimakasih kasih Coach Shin mulai sekarang teriakan namamu di stadion usai pertandingan tak lagi dapat kami dengar, kebersamaan mu bersama pemain yang penuh hangat, ceria, semangat, dan tingkah lucu bersama pemain tak dapat kami lihat lagi. STY entertainment telah berakhir (nama yang diberikan fans terhadap kedekatan Coach Shin dan para pemain asuhannya). 

sumber foto : IG @shintaeyong777

Terima kasih  Coach Shin & team kepelatihan, buat semua usaha dan kerja kerasmu & team. Kamu & team nggak cuma bikin Timnas Indonesia lebih baik, tapi juga bikin kita bangga jadi pendukung Garuda. Meskipun sekarang jalannya beda, jejakmu pasti terus dikenang.

Jangan lupakan negeri ini (Indonesia 🇮🇩) Coach dan sering-seringlah datang ke Indonesia negeri yang gila bola ini. 

Dari fans garuda di Indonesia Timur

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen "Cerita Cahaya: Bagaimana Hijab Mengubah Cara Alexa Melihat Dunia"

  Senja mulai turun di kota kecil itu. Cahaya duduk di sudut sebuah kafe dengan jendela besar yang menghadap ke jalan. Aroma kopi bercampur dengan harumnya teh hangat yang tersaji di depannya. Tak lama, pintu kafe terbuka, dan Alexa muncul dengan senyumnya yang khas. "Alexa?" Cahaya bangkit, sedikit terkejut melihat temannya dari masa lalu. "Ya ampun, Cahaya! Aku nggak menyangka kita akan bertemu lagi." Alexa memeluk Cahaya dengan hangat, lalu duduk di kursi di depannya. Mereka memulai percakapan tentang kehidupan masing-masing, membahas nostalgia, hingga akhirnya pembicaraan mereka masuk ke topik yang lebih dalam. “Cahaya,” Alexa memulai, sambil memegang cangkir tehnya, “aku selalu mengagumi caramu menjalani hidup. Kamu tampak begitu damai. Tapi aku penasaran, apa yang membuatmu memutuskan untuk berhijab?” Cahaya tersenyum, menatap langit senja di luar jendela. “Awalnya, aku juga banyak bertanya-tanya, Lex. Hijab dulu terasa seperti beban, seperti aturan yang men...

Setahun Lebih Mencari Kerja #TerusBerusaha

Assalamualaikum... Wah udah lama nggak ngeblog, jadi kangen ni hehehe... Umm sekarang aku mau sharing tentang usaha aku untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan/intansi pemerintah. Buat kalian yang masih bernasib sama kaya’ aku (masih mencari kerja )tetap semangat n terus berjuang ya...#jangan pernah putus asa. Awal mulai aku mencari kerja di pertengahan bulan Maret 2014, sebenarnya Tahun 2013 aku pernah coba-coba ikut Rekrutmen Staf Hotel Aston Kupang yang diadain di kampus alias almamaterku tercinta PNK namun GGL. Setelah   dinyatakan lulus sidang aku sudah boleh melamar pekerjaan namun ku urungkan niatku hingga menunggu ijazah keluar dan   setelah 3 bulan aku diwisuda barulah mencari kerja. Kok setelah 3 bulan itu baru cari kerja sih? Kan aku masih nunggu ijazah, kampus aku itu nggak sama dengan kampus yang lain pas diwisuda para wisudawan/watinya langsung dapat ijazah, kalo di kampus aku itu dua bulan setelah diwisuda baru dapet tuh   ijazah, nah sambil nu...

Cerpen : Bangga Budaya Kita

Suatu sore yang santai, Cahaya dan fahni sedang duduk di sebuah kafe kecil di sudut taman. Mereka baru saja selesai berolahraga ringan dan kini menikmati segelas teh hangat sambil mengobrol ringan. "Fahni, kamu pernah nggak sih denger soal makanan Indonesia yang sering diklaim negara lain?" tanya Cahaya sambil menyesap tehnya. Fahni sedikit mengernyitkan dahi. "Hmm, pernah. Misalnya rendang , ya? Itu kan sering banget dibilang makanan khas Malaysia . Padahal jelas-jelas itu asli Indonesia, kan?" Cahaya mengangguk, wajahnya serius tapi santai. "Iya, bener banget. Kayak rendang yang katanya makanan khas Malaysia, atau bahkan sambal yang sering diklaim milik negara sebelah. Kadang jadi pengen ketawa, deh." Fahni tertawa kecil. "Iya, kan? Tapi, sebenarnya kita bisa lihat itu dari sisi positif loh." Cahaya penasaran. "Sisi positif gimana tuh?" Fahni tersenyum. "Ya, kalau ada yang klaim budaya kita, itu justru jadi reminder buat kita...